Pagi hari Adit duduk di depan ruang kelasnya sendirian. Dia sibuk
menatap layar hapenya dan senyum -senyum sendiri tak karuan.
Beberapa orang yang lewat tidak heran dengan sikap Adit yang seperti itu. Seperti
biasanya, Adit pasti sedang berchatting ria. Adit adalah seorang maniak chatting dan internet. Sudah beberapa
kali dia dikeluarkan dari kelas, gara-gara ketahuan sedang chatting saat pelajaran berlangsung.
Namun, dia tidak pernah jera. Saat dikeluarkan dari kelas, dia memilih pergi ke
kantin dan melanjutkan ritualnya yaitu chatting.Pagi itu saat sedang
asik-asiknya chatting, tiba-tiba seorang cowok
menghampirinya.

“Woy Dit chatting lagi loe.” Kata Hedy sambil menepuk pundak Adit, sehingga membuat Adit kaget.
“Astaganaga.. Ya Allah..” Kata Adit kaget. “Ngapain sih loe,
ngagetin gue aja.” Lanjutnya.
“Sorry boy. Ngomong-Ngomong, loe chatting apaan sih, gue lihat loe makin
hari makin kayak orang gila tao nggak? Nggak jera loe ya, hampir tiap hari loe
dikeluarin mulu dari kelas.” Komentar Hedy
“Seperti remaja pada umumnya, hal