Pagi hari Adit duduk di depan ruang kelasnya sendirian. Dia sibuk
menatap layar hapenya dan senyum -senyum sendiri tak karuan.
Beberapa orang yang lewat tidak heran dengan sikap Adit yang seperti itu. Seperti
biasanya, Adit pasti sedang berchatting ria. Adit adalah seorang maniak chatting dan internet. Sudah beberapa
kali dia dikeluarkan dari kelas, gara-gara ketahuan sedang chatting saat pelajaran berlangsung.
Namun, dia tidak pernah jera. Saat dikeluarkan dari kelas, dia memilih pergi ke
kantin dan melanjutkan ritualnya yaitu chatting.Pagi itu saat sedang
asik-asiknya chatting, tiba-tiba seorang cowok
menghampirinya.
“Woy Dit chatting lagi loe.” Kata Hedy sambil menepuk pundak Adit, sehingga membuat Adit kaget.
“Astaganaga.. Ya Allah..” Kata Adit kaget. “Ngapain sih loe, ngagetin gue aja.” Lanjutnya.
“Sorry boy. Ngomong-Ngomong, loe chatting apaan sih, gue lihat loe makin hari makin kayak orang gila tao nggak? Nggak jera loe ya, hampir tiap hari loe dikeluarin mulu dari kelas.” Komentar Hedy
“Seperti remaja pada umumnya, hal
itu biasa saja dan sering terjadi di kota-kota besar. Hehe.. Chatting di Facebook. Seru nih, loe kudu nyoba.” Ucap Adit
“Apa serunya sih chating kayak begituan. Buang-buang waktu aja.”
“Seru tao. Di sini loe bisa cari temen di daerah mana aja. Kalau ada yang cocok, bisa dapat jodoh. Hehehe.. Penggunanya kan banyak banget.”
“Halah.. Loe kayak sales panci aja, promosi chating kayak gituan. Dasar MAON..!!!!!”
“Apaan tuh maon? Bahasa planet jangan loe bawa-bawa kemari, gue ngggak ngerti.”
“Manusia Online.” Teriak Hedy di telinga Adit
“Kira-kira donk loe, kayak gue budek aja.” Ucap Adit
“Sorry boy. Hehehe..” Kata Hedy cengengesan
“Astaganaga.. Ya Allah..” Kata Adit kaget. “Ngapain sih loe, ngagetin gue aja.” Lanjutnya.
“Sorry boy. Ngomong-Ngomong, loe chatting apaan sih, gue lihat loe makin hari makin kayak orang gila tao nggak? Nggak jera loe ya, hampir tiap hari loe dikeluarin mulu dari kelas.” Komentar Hedy
“Seperti remaja pada umumnya, hal
itu biasa saja dan sering terjadi di kota-kota besar. Hehe.. Chatting di Facebook. Seru nih, loe kudu nyoba.” Ucap Adit
“Apa serunya sih chating kayak begituan. Buang-buang waktu aja.”
“Seru tao. Di sini loe bisa cari temen di daerah mana aja. Kalau ada yang cocok, bisa dapat jodoh. Hehehe.. Penggunanya kan banyak banget.”
“Halah.. Loe kayak sales panci aja, promosi chating kayak gituan. Dasar MAON..!!!!!”
“Apaan tuh maon? Bahasa planet jangan loe bawa-bawa kemari, gue ngggak ngerti.”
“Manusia Online.” Teriak Hedy di telinga Adit
“Kira-kira donk loe, kayak gue budek aja.” Ucap Adit
“Sorry boy. Hehehe..” Kata Hedy cengengesan
∞∞∞
Seperti biasanya, Adit berchatting ria dengan teman-temannya di
dunia maya. Tiba-tiba muncul tanda private
chat di layar hapenya. Tanpa buang-buang waktu, Adit segera melihatnya.
“Hai prince_god.. Boleh kenalan?” Sapa Orang tersebut. Dia memiliki nick Alya_Novica. Unik menurut Adit, segera Adit membalasnya
“Boleh.. Nama gue Adit, loe??” Balas Adit
“Gue Alya. Loe sekolah di mana?”
“Gue sekolah di SMANDA, loe?”
“Oya? Gue juga sekolah di situ. Kelas berapa loe?”
“X.7, loe?”
“Gue X.2”
Obrolan mereka pun berlanjut sampai membicarakan hobby masing-masing. Tak terasa sudah larut malam, Adit pun off dari chatting dan segera pergi tidur.
“Hai prince_god.. Boleh kenalan?” Sapa Orang tersebut. Dia memiliki nick Alya_Novica. Unik menurut Adit, segera Adit membalasnya
“Boleh.. Nama gue Adit, loe??” Balas Adit
“Gue Alya. Loe sekolah di mana?”
“Gue sekolah di SMANDA, loe?”
“Oya? Gue juga sekolah di situ. Kelas berapa loe?”
“X.7, loe?”
“Gue X.2”
Obrolan mereka pun berlanjut sampai membicarakan hobby masing-masing. Tak terasa sudah larut malam, Adit pun off dari chatting dan segera pergi tidur.
∞∞∞
..Krrrrrriiiiiiiinnnnnnngggggggg..
Bel berbunyi menandakan waktu istirahat. Murid-murid keluar dari kelas dengan berdesak-desakan. Hedy bergegas menuju kantin seorang diri. Seperti biasanya, Adit duduk di kursi depan ruang kelasnya untuk berchating ria. Tak berapa lama, Hedy kembali dari kantin dengan membawa banyak makanan kecil dan dua kaleng minuman dingin. Dia pun segera menghampiri Adit.
“nih pesanan loe.” Kata Hedy sambil memberikan tiga snack dan satu minuman dingin
“Thank’s ya sob.” Ucap Adit sambil membuka minumannya
“Iya.. Gue ke toilet dulu bentar. Nitip ya, awas loe makan snack gue.”
“Nggak percayaan amat sih loe ma teman sendiri. Saat loe kembali, makanan loe masih utuh kok.”
“Iya.. Iya.. Gue percaya ama loe.” Kata Hedy kemudian pergi
Adit pun melanjutkan berchating ria sambil memakan makanan yang tadi dibeli Hedy untuknya. Saat melihat nick Alya online, Adit pun segera mengajak Alya untuk chat. Tak berapa lama, Alya kemudian membalas chatnya. Ternyata Alya anaknya asik untuk diajak ngobrol. Lama-lama Adit pun jatuh hati kepada Aclya. Tanpa mereka berdua sadari, jarak mereka berdua tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk. Adit meminta nomer hape Alya dan berinisiatif mengajak Alya kopdar (kopi darat) sabtu malam ini, Alya pun menerima ajakan Adit tersebut dan memberikan nomer hapenya kepada Adit. Dari kejauhan, terlihat Hedy sedang berbicara dengan seorang cewek. Setelah selesai berbicara dengan cewek tersebut, Hedy segera menghampiri Adit.
“Barusan loe ngomong ma siapa , Dy?” Tanya Adit
“Ma Alya, ketua OSIS di sekolah kita. Biasa lah, masalah Osis” Jawab Hedy
“Hach?? Alya?? Ketua OSIS cewek??” Kata Adit kaget, minuman yang diminumnya tanpa sengaja muncrat ke wajah Hedy.
“Kalau kaget biasa aja donk, nggak usah lebay pake acara muncrat segala. Ntar hilang lagi aura kegantengan gue.” Kata Hedy dengan pedenya.
“Ganteng pala loe pitak. Haha.. Kalau dilihat dari sedotan mah, baru loe ganteng. Itu juga sedotannya dilihat dari menara Eifell.. Hahahah.. Kata Adit ngakak sehingga membuat Hedy manyun semanyun-manyunnya.
“Elu kalau nggak chating,, ngeledek mulu kerjaan nya.. huch!!”
“Sorry sob. Hehehe.”
“Oya, kenapa loe kaget dengar nama Alya? Ada apa nich?” Selidik Hedy
“Nggak apa-apa kok. Hehe.. Ada ya Ketua OSIS cewek.”
“Elu haha hehe haha hehe dari tadi, bosen gue dengernya. Ada Lah, buktinya si Alya tuh. Makanya loe jangan chating mulu.” Komentar Hedy
“Iya bawel. Udah yuk masuk, udah bel nih.” Kata Adit.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas. Adit masih memikirkan Alya. Dalam batinnya bertanya-tanya, “apa mungkin Alya itu adalah Alya ketua OSIS di sekolah gue? Hmm, sabtu malam gue bakal tao ama dia.”
Bel berbunyi menandakan waktu istirahat. Murid-murid keluar dari kelas dengan berdesak-desakan. Hedy bergegas menuju kantin seorang diri. Seperti biasanya, Adit duduk di kursi depan ruang kelasnya untuk berchating ria. Tak berapa lama, Hedy kembali dari kantin dengan membawa banyak makanan kecil dan dua kaleng minuman dingin. Dia pun segera menghampiri Adit.
“nih pesanan loe.” Kata Hedy sambil memberikan tiga snack dan satu minuman dingin
“Thank’s ya sob.” Ucap Adit sambil membuka minumannya
“Iya.. Gue ke toilet dulu bentar. Nitip ya, awas loe makan snack gue.”
“Nggak percayaan amat sih loe ma teman sendiri. Saat loe kembali, makanan loe masih utuh kok.”
“Iya.. Iya.. Gue percaya ama loe.” Kata Hedy kemudian pergi
Adit pun melanjutkan berchating ria sambil memakan makanan yang tadi dibeli Hedy untuknya. Saat melihat nick Alya online, Adit pun segera mengajak Alya untuk chat. Tak berapa lama, Alya kemudian membalas chatnya. Ternyata Alya anaknya asik untuk diajak ngobrol. Lama-lama Adit pun jatuh hati kepada Aclya. Tanpa mereka berdua sadari, jarak mereka berdua tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk. Adit meminta nomer hape Alya dan berinisiatif mengajak Alya kopdar (kopi darat) sabtu malam ini, Alya pun menerima ajakan Adit tersebut dan memberikan nomer hapenya kepada Adit. Dari kejauhan, terlihat Hedy sedang berbicara dengan seorang cewek. Setelah selesai berbicara dengan cewek tersebut, Hedy segera menghampiri Adit.
“Barusan loe ngomong ma siapa , Dy?” Tanya Adit
“Ma Alya, ketua OSIS di sekolah kita. Biasa lah, masalah Osis” Jawab Hedy
“Hach?? Alya?? Ketua OSIS cewek??” Kata Adit kaget, minuman yang diminumnya tanpa sengaja muncrat ke wajah Hedy.
“Kalau kaget biasa aja donk, nggak usah lebay pake acara muncrat segala. Ntar hilang lagi aura kegantengan gue.” Kata Hedy dengan pedenya.
“Ganteng pala loe pitak. Haha.. Kalau dilihat dari sedotan mah, baru loe ganteng. Itu juga sedotannya dilihat dari menara Eifell.. Hahahah.. Kata Adit ngakak sehingga membuat Hedy manyun semanyun-manyunnya.
“Elu kalau nggak chating,, ngeledek mulu kerjaan nya.. huch!!”
“Sorry sob. Hehehe.”
“Oya, kenapa loe kaget dengar nama Alya? Ada apa nich?” Selidik Hedy
“Nggak apa-apa kok. Hehe.. Ada ya Ketua OSIS cewek.”
“Elu haha hehe haha hehe dari tadi, bosen gue dengernya. Ada Lah, buktinya si Alya tuh. Makanya loe jangan chating mulu.” Komentar Hedy
“Iya bawel. Udah yuk masuk, udah bel nih.” Kata Adit.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas. Adit masih memikirkan Alya. Dalam batinnya bertanya-tanya, “apa mungkin Alya itu adalah Alya ketua OSIS di sekolah gue? Hmm, sabtu malam gue bakal tao ama dia.”
∞∞∞
Malam yang dinanti pun tiba, Adit bersiap-siap untuk kopdar
bersama Alya di tempat yang sudah mereka sepakati. Beberapa
kali dia membaca sms Alya, “Ingat, Café Penantian. Loe pake baju hitam kan? Gue
pake dress biru langit.” Adit tiba di café sepuluh menit
lebih awal dari waktu yang telah di sepakati. Ternyata Alya telah duduk manis di tempat
tersebut. Adit pun segera
menghampirinya.
“Alya kan?” Sapa Adit dengan ragu, takut salah orang. Karna saat itu Alya membelakanginya.
“Iya. Loe Adit ya.” Kata Alya kemudian membalikkan badannya menghadap Adit. Adit terkejut, sepertinya dia pernah melihat Alya. Hampir saja dia terpesona akan kecantikan Alya.
“Iya.. Hmm.. Loe bukannya yang kemaren ngobrol ma Hedy di depan lapangan kan? Kalau nggak salah, loe ketua OSIS” Tanya Adit memastikan
“Iya. Loe temennya Hedy ya.”
“Yups.. Hedy sohib gue.”
“Duduk Dit, nggak enak ngobrol sambil berdiri.”
“Iya..” Jawab Adit grogi
Mereka berdua mengobrol dengan santai. Adit tak kuasa menahan perasaannya. Dia mencoba untuk tenang. Akhirnya Adit pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Alya.
“Alya, gue mau ngomong sesuatu sama loe.” Kata Adit gugup
“Ngomong aja lagi, nggak ada yang ngelarang kok.” Ucap Alya sambil tersenyum
“Loe mau nggak Al, jadi cewek gue? Walaupun kita baru ketemu ya, tapi gue ngerasa nyaman aja waktu chating sama loe. Gue bener-bener sayang sama loe,Al. Gue jatuh cinta sama loe pada chatting pertama.” Kata Adit “Gimana ya.” Kata Alya sambil berpikir
“Loe mau kan Al, jadi cewek gue. Gue butuh jawaban loe sekarang.” Kata Adit dengan sedikit memohon
“Ya udah, gue mau jadi cewek loe.” Jawab Alya
“Yes.. Makasih ya, Al. Sekarang kita resmi jadian nih.” Kata Adit senang
“Iya.” Jawab Alya
“Gue sayang sama loe,Al. Gue nggak bakal ngecewain loe.”
“Gue juga sayang sama loe.”
Akhirnya Adit pun menemukan cintanya. Adit sangat senang, begitupun dengan Alya. Hedy terkejut dan tidak percaya mendengar kabar kalau Adit jadian dengan Alya. Tak berapa lama, Hedy pun mengikuti jejak Adit menjadi maniak chatting, dengan satu tujuan yaitu dapat jodoh. Adit hanya tertawa melihat tingkah Hedy. Setelah dipikir-pikir, Adit masih tak menyangka dari sebuah chatting dia bisa menemukan cinta.
“Alya kan?” Sapa Adit dengan ragu, takut salah orang. Karna saat itu Alya membelakanginya.
“Iya. Loe Adit ya.” Kata Alya kemudian membalikkan badannya menghadap Adit. Adit terkejut, sepertinya dia pernah melihat Alya. Hampir saja dia terpesona akan kecantikan Alya.
“Iya.. Hmm.. Loe bukannya yang kemaren ngobrol ma Hedy di depan lapangan kan? Kalau nggak salah, loe ketua OSIS” Tanya Adit memastikan
“Iya. Loe temennya Hedy ya.”
“Yups.. Hedy sohib gue.”
“Duduk Dit, nggak enak ngobrol sambil berdiri.”
“Iya..” Jawab Adit grogi
Mereka berdua mengobrol dengan santai. Adit tak kuasa menahan perasaannya. Dia mencoba untuk tenang. Akhirnya Adit pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Alya.
“Alya, gue mau ngomong sesuatu sama loe.” Kata Adit gugup
“Ngomong aja lagi, nggak ada yang ngelarang kok.” Ucap Alya sambil tersenyum
“Loe mau nggak Al, jadi cewek gue? Walaupun kita baru ketemu ya, tapi gue ngerasa nyaman aja waktu chating sama loe. Gue bener-bener sayang sama loe,Al. Gue jatuh cinta sama loe pada chatting pertama.” Kata Adit “Gimana ya.” Kata Alya sambil berpikir
“Loe mau kan Al, jadi cewek gue. Gue butuh jawaban loe sekarang.” Kata Adit dengan sedikit memohon
“Ya udah, gue mau jadi cewek loe.” Jawab Alya
“Yes.. Makasih ya, Al. Sekarang kita resmi jadian nih.” Kata Adit senang
“Iya.” Jawab Alya
“Gue sayang sama loe,Al. Gue nggak bakal ngecewain loe.”
“Gue juga sayang sama loe.”
Akhirnya Adit pun menemukan cintanya. Adit sangat senang, begitupun dengan Alya. Hedy terkejut dan tidak percaya mendengar kabar kalau Adit jadian dengan Alya. Tak berapa lama, Hedy pun mengikuti jejak Adit menjadi maniak chatting, dengan satu tujuan yaitu dapat jodoh. Adit hanya tertawa melihat tingkah Hedy. Setelah dipikir-pikir, Adit masih tak menyangka dari sebuah chatting dia bisa menemukan cinta.
∞∞ The End ∞∞







Posting Komentar